Project Officer Fesvora 2025 Nu’man Septha Heryanto
Nu’man Septha Heryanto menjabat sebagai Project Officer Fesvora 2025, salah satu program kerja terbesar Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Padjajaran. Mahasiswa Program Studi Bisnis Logistik angkatan 2025 Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran ini dikenal akrab dengan sapaan Septa. Dalam peran tersebut, ia memikul tanggung jawab besar untuk mengatur dan mengawasi seluruh alur koordinasi antar divisi dalam acara berskala besar tersebut.
Sebagai koordinator utama acara, Septa bertanggung jawab memastikan setiap divisi dapat bekerja secara terkoordinasi demi menyukseskan Festival Vokasi Bersuara.
Dari Staf Magang Menuju Posisi Strategis
Perjalanan Septa menuju posisi Project Officer Festival Vokasi Bersuara bermula saat ia bergabung sebagai staf magang di Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEMKM SV Unpad. Berbekal pengalaman tersebut, pengurus BEMKM SV Unpad mempercayakan Septa sebagai PIC sekaligus Project Officer Fesvora.
Bagi Septa, kesempatan ini bukan sekadar amanah organisasi. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang belajar yang berharga untuk mengembangkan kemampuan manajerial.
Apa Itu Festival Vokasi Bersuara?
Festival Vokasi Bersuara (Fesvora) merupakan program kerja yang mengangkat isu ketenagakerjaan di Indonesia. Melalui program ini, panitia berupaya meningkatkan literasi mahasiswa vokasi mengenai dunia kerja yang terus berkembang. Selain itu, Fesvora mendorong mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi serta memahami hak dan peran mereka sebagai calon tenaga kerja profesional.
Tak hanya menjadi ruang edukasi, Fesvora juga menjadi wadah kolaborasi antara civitas akademika, sektor industri, komunitas, dan masyarakat luas dalam membahas isu-isu ketenagakerjaan. Rangkaian kegiatan Fesvora 2025 diawali dengan pre-event yang dilaksanakan pada Selasa, 11 November 2025 di Event Space SV. Selanjutnya, main event diselenggarakan pada Jumat, 14 November 2025 di Lapangan Bawah Vokasi. Melalui kedua rangkaian kegiatan tersebut, Fesvora menghadirkan ruang diskusi, kolaborasi, dan pengembangan wawasan bagi mahasiswa vokasi serta para pemangku kepentingan.
Tantangan di Balik Kesuksesan Fesvora
Septa mengakui bahwa persiapan menuju hari pelaksanaan tidak selalu berjalan lancar. Tiga tantangan terbesar yang ia hadapi dalam proses kepanitiaan adalah:
- Mengelola arahan tambahan dari para pemangku kepentingan
- Mengantisipasi kondisi tak terduga seperti cuaca hujan
- Mengelola aspek finansial acara
Meski demikian, tim Fesvora mampu mengatasi berbagai hambatan sehingga acara tetap berjalan dengan baik.

Nu’man Septha Heryanto melakukan koordinasi tim
Strategi Koordinasi Tim
Untuk menjaga keselarasan kerja tim, Septa memilih rapat tatap muka sebagai metode utama koordinasi. Cara ini efektif mengurangi kesalahpahaman dan memperkuat hubungan antar anggota tim. Dengan demikian, seluruh divisi dapat bekerja lebih terarah menuju tujuan yang sama.
Momen Paling Berkesan Selama Menjadi Project Officer Fesvora 2025
Di tengah berbagai tantangan tersebut, momen bonding bersama seluruh panitia justru menjadi kenangan paling berarti bagi Septa. Saat tekanan pekerjaan memuncak, misalnya, kebersamaan tim menjadi sumber energi untuk terus melangkah.
Selain itu, umpan balik positif dari peserta memberi kepuasan tersendiri dan menunjukkan keberhasilan acara tersebut. Bagi Septa, apresiasi tersebut membuktikan bahwa kerja keras seluruh tim membuahkan hasil nyata.
Pelajaran Menjadi Project Officer Fesvora 2025
Pengalaman menjadi Project Officer Fesvora 2025 mengajarkan Septa banyak hal, terutama soal pentingnya komunikasi dan kerja sama. Pengalaman ini menempa Septa lebih memahami dinamika kepanitiaan sekaligus mengembangkan kemampuan manajerialnya.
Pada akhirnya, sebagai Project Officer Fesvora 2025, Septa berharap Fesvora dapat terus berkembang, menjangkau lebih banyak peserta, dan memberi dampak nyata bagi mahasiswa vokasi, civitas akademika Unpad, serta masyarakat luas. Dengan harapan tersebut, Fesvora diharapkan mampu terus menjadi ruang belajar, kolaborasi, dan pengembangan diri bagi mahasiswa vokasi di masa mendatang.



