JATINANGOR, [22 Januari 2026] – Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi memulai babak baru kepemimpinan untuk periode 2026-2030. Dalam rangkaian penyambutan dua Wakil Dekan baru, Dr. Risna Resnawaty, M.P. dan Dr.rer.pol. Ernah, SP., M.Si., institusi menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi menjadi sekolah vokasi yang ideal dan relevan dengan tantangan industri global.
Visi Transformasi: Belajar Berbasis Praktik
Dalam diskusi tersebut, ditekankan bahwa Sekolah Vokasi Unpad akan mengoptimalkan ekosistem belajar yang intensif. Mahasiswa didorong untuk aktif berkegiatan dari pagi hingga sore hari, dengan porsi praktik di laboratorium yang lebih dominan. Hal ini bertujuan agar pengalaman belajar di kampus selaras dengan ritme kerja profesional.
“Harapan besar kita dalam masa transformasi ini adalah menciptakan laboratorium, termasuk untuk bidang Sosial Humaniora (Soshum), yang mampu menghasilkan output konkret dan berdampak,” sebagaimana terungkap dalam pertemuan tersebut.
Penguatan Infrastruktur dan Rencana Pembangunan Gedung 3
Salah satu agenda prioritas kepemimpinan periode ini adalah peningkatan fasilitas fisik. Merespons kebutuhan Program Studi Manajemen Produksi Media (MPM) yang akan menerapkan full-practice di semester mendatang, pihak dekanat tengah menyegerakan perencanaan pembangunan Gedung 3 untuk Teaching Lab.
Selain pembangunan gedung, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pengadaan peralatan laboratorium modern juga menjadi fokus utama agar proses perencanaan dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
Standarisasi Karakter dan Branding Institusi
Di bawah koordinasi Dr. Risna dan Dina Sartika, Sekolah Vokasi juga akan fokus pada pembenahan aspek non-teknis. Masukan mengenai inkonsistensi branding (antara penggunaan istilah SV dan Svo) serta kedisiplinan mahasiswa dalam berpakaian akan segera ditindaklanjuti. Pihak kampus berencana memasang banner edukasi untuk memastikan mahasiswa tampil profesional sesuai dengan etika institusi.
Mutu Akademik dan Jejaring Global
Dalam aspek pengembangan akademik, program studi seperti Bisnis Internasional mulai memetakan kebutuhan tenaga pengajar Bahasa Mandarin untuk menjawab tingginya minat mahasiswa dan tuntutan pasar global. Di saat yang sama, penguatan nilai spiritual dan integritas akademik (seperti evaluasi sistem penilaian dosen) juga menjadi poin penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang berkualitas.
Menutup pertemuan tersebut, ditekankan bahwa kolaborasi dengan mitra industri akan terus diperluas. Dengan sinergi antara kepemimpinan baru, infrastruktur yang mumpuni, dan kurikulum yang adaptif, Sekolah Vokasi Unpad optimis dapat mencetak lulusan yang unggul dan siap bersaing di kancah internasional hingga tahun 2030 mendatang.
(Dirilis oleh: Ananda Almira Farah)




