Jatinangor, 7 Agustus 2026 – Lima mahasiswa Universitas Padjadjaran mengembangkan Larvix, blok biolarvasida berbasis limbah sekam padi dan Bacillus thuringiensis israelensis (BTI) untuk membantu mengendalikan jentik nyamuk. Inovasi ini dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) dengan memadukan aspek kesehatan masyarakat, pemanfaatan limbah pertanian, teknologi, dan kewirausahaan.
Larvix dikembangkan oleh Muhammad Ghazy Akbar dan Fawzan Hazman Syira Tsaqofi dari Pendidikan Dokter, Rhassya Athayaa Lusaid dari Agroteknologi, Tamara Herda Oktavidia dari Agroteknopreneur, serta Qurrata Aurellia Veaho dari Agribisnis. Kolaborasi lintas bidang tersebut mencakup pengelolaan tim, teknologi, produksi, operasional, pemasaran, keuangan, hingga administrasi pengembangan produk.

Larvix dirancang dalam bentuk blok dengan sistem slow-release yang mengombinasikan sekam padi, asam stearat sebagai perekat, dan Bti sebagai bahan aktif. Bti bekerja secara spesifik terhadap jentik nyamuk setelah tertelan, sedangkan sistem pelepasan bertahap memungkinkan bahan aktif bekerja dalam periode penggunaan yang lebih panjang. Satu kemasan berisi 10 blok dengan berat masing-masing sekitar 10 gram. Satu blok dapat diaplikasikan pada genangan air sekitar 40 liter dan dirancang untuk menjaga air tetap bebas dari jentik hingga 28 hari.
Pengembangan Larvix juga memanfaatkan sekam padi sebagai limbah pertanian sehingga memberikan nilai tambah terhadap sumber daya yang tersedia. Pemanfaatan bahan tersebut dipadukan dengan Bti sebagai alternatif pengendalian jentik dan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Produk juga dirancang agar praktis digunakan tanpa penakaran khusus maupun aplikasi berulang dalam waktu singkat.
Untuk memastikan kualitas produk, tim bekerja sama dengan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) dalam pengujian toksisitas, residu, dan efikasi. Pengenalan Larvix dilakukan melalui pemasaran digital, konten edukatif, serta kegiatan langsung di lingkungan Unpad dan wilayah Bandung Raya. Tim juga menyediakan ruang konsultasi bagi konsumen melalui grup WhatsApp yang melibatkan anggota tim dan dokter pengawas.
Inovasi Larvix sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui upaya pengendalian vektor penyakit. Pemanfaatan sekam padi sebagai bahan dasar juga mendukung pengelolaan sumber daya pertanian secara lebih berkelanjutan. Pengembangan produk ini menunjukkan penerapan kolaborasi lintas disiplin untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan pada kebutuhan masyarakat.
Tertarik mengembangkan ide menjadi inovasi yang berdampak? Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran menghadirkan pendidikan berbasis praktik, kolaborasi lintas bidang, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Saatnya belajar, berkarya, dan menciptakan solusi nyata bersama Sekolah Vokasi Unpad.





